Sintaks XML

Dibandingkan dengan HTML, XML lebih cerewet. Kalau kita menulis sebuah dokumen HTML, beberapa kesalahan penulisan masih ditolerir. Misalnya kita menempatkan tag bersilangan seperti <p><b>Huruf Tebal</p></b> meskipun tidak dianjurkan, HTML masih bisa bekerja dan 7
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
menampilkan hasil seperti yang kita inginkan. Tidak demikian dengan XML. Lebih jelasnya kita akan bahas di bawah bagaimana membuat dokumen XML yang baik.
Heading standard untuk Document XML
Biasakanlah setiap membuat dokumen XML diawali dengan heading standard XML. Formatnya adalah sebagai berikut:
<?xml version=”1.0” encoding=”iso-8859-1”?>
Dokumen XML harus memiliki Root tag
Sebuah dokumen XML yang baik harus memiliki root tag. Yaitu tag yang melingkupi keseluruhan dari dokumen. Tag-tag yang lain, disebut child tag, berada didalam root membentuk hirarki seperti gambar 2.1
Contoh:
<root>
<child>
<subchild></subchild>
</child>
</root>

Tag pada XML harus lengkap berpasangan
Pada HTML beberapa elemen tidak harus berpasangan. Contoh berikut ini diperbolehkan dalam penulisan HTML.
<p>paragraph pertama
<p>paragarap kedua

yang demikian tidak berlaku pada XML. Kita harus menulis pula tag penutup untuk setiap tag yang kita buat. Penulisannya harus seperti ini
<p>paragraph pertama</p>
<p>paragarap kedua</p>

Tag tunggal hanya diperbolehkan untuk elemen kosong. Contoh penulisannya sebagai berikut:
<anggota nama=”budi”/>
XML membedakan huruf besar dengan huruf kecil Pada XML, <tanggal> berbeda dengan <Tanggal>. Tag pembuka dan tag penutup harus sama susunan huruf besar dan kecilnya.
<contoh>ini penulisan yang salah</Contoh>
<contoh>ini baru betul</contoh>

Penyarangan tag harus benar.
Penulisan tag pada XML harus mengikuti aturan Last In First Out (LIFO). seperti yang kita bahas terdahulu, pada XML kita tidak bisa membuat tag yang saling bersilang seperti dibawahini
<p><b>Huruf Tebal</p></b> tapi harus disusun seperti ini
<p><b>Huruf tebal</b></p>

bila dipaksakan juga, browser akan menampilkan pesan error seperti gambar dibawah:

XML mempertahankan spasi seperti apa adanya
Berbeda dengan HTML, XML menampilkan spasi persis bagaimana data ditulis. Lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini:
Pada HTML kalimat
Kami pergi bersama
akan ditampilkan sebagai:
Kami                  pergi bersama
Sedangkan pada XML akan ditampilkan sama persis dengan kalimat asalnya.
Nilai atribut harus diletakkan diantara tanda petik
Seperti HTML, XML memiliki atribut. Nilai atribut harus diletakkan diantara dua tanda petik. Tidak masalah apakah tanda petik tunggal atau tanda petik ganda. Contoh dibawah ini dua-duanya benar
<pesan dari=”lusy”> atau
<pesan dari=’lusy’>

Penamaan tag dan atribut Nama tag bisa terdiri dari huruf, angka dan underscore(“_”). Karakter awal nama tag harus berupa huruf atau underscore (“_”), tidak diawali dengan kata xml atau XML, (misal:<xmlstring>), dan tidak mengandung spasi. Aturan penamaan atribut sama dengan aturan penamaan tag.
Menyisipkan komentar
Pada bahasa pemrograman atau scripting kita mengenal adanya komentar (comment). Komentar adalah kalimat/baris yang tidak dieksekusi oleh compiler, browser atau parser. Untuk menyisipkan komentar pada dokumen XML caranya adalah sebagai berikut:

<!—Baris ini tidak di eksekusi oleh parser –>

Menggunakan Karakter Illegal pada XML
Sama seperti pada HTML, anda tidak bisa menggunakan karakter seperti kurung siku (< atau >), petik tunggal (‘), dan petik ganda (“) .
Contoh dibawah ini akan menghasilkan error kalau di eksekusi oleh browser.

<syarat>jika jumlah < 1000 maka</syarat>

Untuk menghindarinya, kita harus menggantikannya dengan entity reference seperti di bawah ini:
<syarat>jika jumlah &lt; 1000 maka</syarat>
Selengkapnya perhatikan tabel dibawah ini:

Perhatikan bahwa entity refence selalu diawali oleh & dan diakhiri ;
Karakter yang benar-benar illegal pada XML sebenarnya hanyalah < dan &. Yang lain bisa digunakan, akan tetapi lebih bijak kalo kita menghindarinya untuk menghindari kebingungan pada saat kita mendebugnya.
Kita bisa membuat sendiri entity reference untuk hal-hal lainnya. Pembahasan selengkapnya bisa anda baca pada bagian lain bab ini yang membahas Document Type Definition (DTD).
Namespace XML
Dari pembahasan terdahulu kita mengetahui bahwa tag-tag pada XML tidak didefinisikan secara baku tetapi kita buat sendiri sesuai keinginan kita. Karena itu akan sering terjadi konflik pada dua dokumen yang menggunakan nama tag yang sama tetapi mewakili dua hal yang berbeda. Contoh: bila ada dokumen yang mendiskripsikan tentang kebutuhan material pembuatan gardu jaga dari bambu
<bambu>
<jenis>Jawa</jenis>
<panjang>2</panjang>
</bambu>

dengan dokumen yang mendiskripsikan “bambu” sebagai merek produk.

<bambu>
<jumlah>246</jumlah>
<hargasatuan>200</hargasatuan>
</bambu>

untuk mengatasi hal ini, Namespace menyediakan metode dengan menggunakan awalan yang berbeda

<a:bambu>
<a:jenis>Jawa</a:jenis>
<a:panjang>2</a:panjang>
</a:bambu>

dokumen kedua menjadi seperti berikut

<b:bambu>
<b:jumlah>246</b:jumlah>
<b:hargasatuan>200</b:hargasatuan>
<b:/bambu>

Dengan cara demikian konflik penamaan tag tidak terjadi lagi. Aturan penggunaan namespace adalah sebagai berikut:
<a:bambu xmlns:a=”http:/www.somewhere.com/gardu”>
a adalah prefix yang dipakai, sedangkan atribut namespace di tambahkan pada tag. Syntax untuk atribut namespace adalah sebagai berikut:
xmlns:a=”namespace”
pada contoh diatas namespace-nya menggunakan alamat internet. W3C namespace spesification menyatakan bahwa namespace haruslah merupakan Uniform Resource Identifier (URI). Perlu di perhatikan bahwa alamat internet tersebut tidak digunakan untuk mendapatkan informasi, tapi hanya untuk memberikan nama yang unik bagi namespace. Tetapi seringkali perusahaan menggunakan namespace yang menunjuk pada webpage yang berisi informasi tentang namespace yang digunakan. Contoh yang disajikan pada Bab 1 menunjukkan penggunakan namespace xsl.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: